Diposkan pada Uncategorized

Jalan Menuju Sekolah Yang Berkualitas Lagi Terjangkau # 1 Manajemen

Ada 6 faktor yang saya lihat sangat penting dalam keberhasilan pendidikan :

  1. Manajemen dan Leadership
  2. Guru
  3. Siswa
  4. Kurikulum
  5. Sarana dan Prasarana
  6. Lingkungan

Pertama Manajemen
Manajemen yang saya maksud disini adalah orang-orang yang menyelenggarakan pendidikan, baik pemerintah, pemda, maupun yayasan. Merekalah yang membuat dan menentukah arah Pendidikan, merekalah yang memiliki kemampuan, kemauan, dan komitmen dan untuk menyelenggarakan pendidikan.

1. Mereka yang menentukan tujuan :
A. Jika mereka ingin membuat sekolah maka mereka akan mencukupkan diri dengan membuat sekolah, atau membuat pesantren. dan selesai
B. Jika mereka ingin membuat Sekolah yang murah, maka mereka akan berupaya membuat sekolah yang murah. selesai
C. Jika mereka ingin membuat sekolah yang berkualitas maka mereka akan berusaha terus memperbaiki kualitas pendidikan, sapras dll. selesai
D. Jika mereka ingin membuat sekolah yang berkualitas lagi murah, maka mereka akan berusah sekuat tenaga untuk mengupayakan perbaikan kualitas dengan tetap memperhatikan biaya, menggunakan sarana dan prasarana dengan memperhatikan tingkat prioritas, mempertimbangkan “Prinsip Pareto”, dan hal-hal lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan budget yang wajar. Karena mereka sadar dalam pendidikan 1+1 tidak mesti menghasilkan 2

2. Mereka pula yang mentukan visi misi sekolah
Apakah menjadi sekolah :
1. Umum,
2. agama
3. Umum yang tidak melupakan Agama
4. Agama yang tidak melupakan Umum

3. Mereka yang memanage dan mengevaluasi

4. Dan yang terpenting mereka yang akan menjadi garda terdepan, menyemangati seluruh share holder dari sekolah / lembaga tersebut untuk sama-sama berjuang membentuk sekolah/pendidikan yang ingin mereka capai.
Bukankah Allah memerintahkan kita untuk saling tolong menolong dalam kebaikan? maka pihak manajemen harus berusaha membentuk lingkungan yang menyamangati semangat ta’awun ini.

Diposkan pada Uncategorized

Jalan Menuju Sekolah yang Berkualitas Lagi Terjangkau #3

Jalan Menuju Sekolah yang Berkualitas Lagi Terjangkau #3

Siswa
Setelah Manajemen dan leadership kemudian Guru maka faktor yang berperan dalam pendidikan ketiga adalah siswa sebagai objek utama pendidikan itu sendiri.
Berkata Al Imam Asy Syafi’i dalam Diwan Asy Syafii:
أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

“Wahai saudaraku… tidaklah engkau akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara, akan aku kabarkan padamu perinciannya dengan jelas (1) Dzaky / kecerdasan, (2) hirs/ semangat, (3) ijtihad/sungguh-sungguh, (4) Dirham/harta atau uang (5) Shohbatul Ustadzin / bersahabat/berusaha dekat dengan Guru (dan tentunya guru yang mengajar dengan sungguh-sungguh), (6) waktu yang lama.”

Point ke 1-3 adalah point yang harus ada pada Siswa dan setiap guru, orangtua harus menumbuhkan hal tersebut pada anaknya semenjak dini.
1. Kecerdasan / IQ
Tidak bisa dipungkiri IQ berperang penting dalam keberhasilan pendidikan. Kita bisa melihat di sekeliling kita bagaimana sekolah favorit sering juara ini dan itu, salah satunya karena mereka sekolah favorit maka untuk masuk sekolah tersebut ada seleksi, sehingga hanya orang-orang yang cerdas yang bisa masuk, dan makin tinggi prestasinya.

Dan tidak bisa kita pungkiri banyak kita jumpai anak-anak cerdas di sekolah-sekolah pedalaman yang berhasil, misal menjadi juara olimpiade Fisika, Matematika, Siswa teladan dan sebagainya. kedua hal tersebut menunjukkan peran siswa dalam keberhasilan pendidikan sangat penting.

Karena tingkat kecerdasan siswa sangat berperan dalam keberhasilan pendidikan maka kita perlu berusaha meningkatkan dan mempertahankan kecerdasan tersebut. Walaupun kecerdasan sebagian besar dipengaruhi oleh genetik, terdapat banyak cara untuk meningkatkan dan mempertahankannya.

Kecerdasan dapat ditingkatkan, misal kecerdasan yang dipengaruhi jumlah sel neuron dapat ditingkatkan dengan memberikan nutrisi yang baik, mulai dari dalam kandungan hingga usia 5 tahun. Demikian pula kecerdasan akibat hubungan antar neuron (ukuran dan produksi neuro transmitter) dapat ditingkatkan dengan rajin belajar, berlatih menghafal, dll.

Kemudian mempertahankan kecerdasan dengan tidak membiarkan siswa libur dalam waktu lama tanpa kegiatan, menghindari minuman keras, narkoba, pornografi, dll.

Namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Allah menciptakan manusia beraneka ragam, ada yang sangat cerdas dan jenius, ada yang mengalami keterbelakangan mental atau dibawah rata-rata. Maka pendidikan harus difokuskan pada bagian terbesar dari siswa atau rata-rata kecerdasan yang mencakup 80% populasi, dengan 10 % populasi di atasnya (siswa yang lebih cerdas) akan mudah mengikuti pendidikan dan mencari tambahan sendiri, sedangkan 10 % dibawahnya perlu penanganan khusus bekerjasama dengan orangtua dan negara. Dengan target pendidikan yang achievable dan objek pendidikan yang terfokus maka keberhasilan pendidikan dapat dicapai dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

Bersambung

Diposkan pada Uncategorized

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #2 Guru

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #2 Guru

Setelah Manajemen/leadership faktor kedua yang paling berpengaruh dalam pendidikan adalah Guru.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan makna bashirah dalam surat yusuf ayat 108 :

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ﴿١٠٨﴾

Artinya :
Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan  Bashirah (hujjah yang nyata), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.
Syaikh berkata :
Hendaknya seorang dai berilmu tentang ilmu syariat, tatacara berdakwah, dan keadaan mad’u (syarh tsalatsatul ushul hal 22)
maka kami menarik kesimpulan dari penjelasan syaikh ini, dalam mengajar ada 3 point penting yang harus dikuasai seorang guru

1. Ilmu yang akan di ajarkan, sebagaimana pepatah Arab :
فاقِِدُ الشيء لا يُعْطِيه
“Yang tidak memiliki , tidak bisa memberi .”
Bagaimana seseorang dapat mengajar jika ia sendiri tidak mememahami dan menguasai apa yang akan diajarkannya, atau belum kokoh ilmunya yang terjadi justru murid bertambah bingung, atau habis waktunya untuk ilmu yang sedikit. Karena dengan guru yang menguasai materi ia akan mengerti bagaimana cara yang memudahkan murid dalam belajar

2. Tata cara mengajar
Ilmu tentang materi saja tidak cukup, seorang guru juga harus menguasai ilmu dan tatacara mengajar. Karena metode pendidikan dalam kelas berbeda dengan mulazamah, mengajar 1 orang berbeda dengan mengajar 20 orang, atau ratusan dan ribuan orang, metode pendidikan untuk anak sekolah dasar tentu berbeda dengan, tk, sekolah menengah, atau  pendidikan tinggi, atau bahkan mengajar dengan kelas yang terdiri dari berbagai umur. Demikian pula berbeda mapel juga menuntut cara pengajaran yang berbeda, dll.

Disini akan terlihat, guru-guru yang tidak terdidik dan terarah dalam mengajar cenderung akan mengajar seenaknya yang berakibat kurangnya tingkat keberhasilan/penguasaan murid terhadap materi, walaupun guru tersebut sangat menguasai materi yang ia ajarkan.

3. Keadaan siswa
Setelah memami tentang tatacara mengajar, maka yang terakhir adalah memahami keadaan murid. mulai dari memahasi usianya, tingkat kecerdasannya, kondisi fisiknya (lemah letih lesu atau sehat), semangatnya, model belajarnya (apakah audiotory, visual, atau kinestetik), kondisi lingkungan belajar dll.
karena kondisi siwa menuntut metode pangajaran yang berbeda, dengan mengetahui keadaan siswa maka kita akan mengetahui metode apa yang bisa kita gunakan untuk mendidiknya, kesalahan metode karena kesalahan diagnosis keadan siswa dapat menyebabkan kurang efektifnya atau bahakan kegagalan dalam pendidikan.

Ibarat seorang dokter, Ia tidak cukup menguasai ilmu kedokteran, ia harus mengetahui cara pengobatannya dan benar dalam mendeteksi penyakit pasiennya, sehingga tidak salah dalam melakukan penanganan dan tidak terjadi mal praktek.  Demikian pula dalam pendidikan, kita perlu menguasai ilmu yang ingin kita ajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan keadaan murid kita untuk kemudian menentukan cara yang tepat dalam mendidik mereka.

Diposkan pada Uncategorized

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #3 bagian kedua

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #3 bagian kedua

Setelah sebelumnya kita mengetahui kecerdasan sebagai bagian dr penentu keberhasilan siswa, maka bagian kedua penentu keberhasilan siswa dlm pendidikan adalah semangat.

Hirs / Semangat :
IQ bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan yang berasal dari internal siswa itu sendiri. Faktor lain yang sangat berperan adalah semangat,  betapa banyak orang yang cerdas namun yg ia raih tdk sepadan dengah tingkat kecerdasannya krn semangat yg kurang, demikian pula betapa banyak orang yang kurang cerdas, namun prestasinya mengalahkan yg lebih cerdas darinya karena semangat yang menggebu-gebu.

Oleh karena itu seorang guru harus berusaha menumbuhkan semangat dalam diri muridnya, menumbuhkan keinginan untuk belajar, dan meningkatkan ketertarikan untuk memperluas pengetahuan.

Ada beberapa cara yang dapat di tempuh untuk hal ini, diantaranya :
1. Memahamkan pada siswa manfaat mereka belajar, mulai dari yg umum, manfaat dr tiap mapel sampai detail dr tiap bab pelajaran.
Contoh :
a. Dalam mengajar bahasa Arab biasanya tugas pertama yg saya berikan adalah menuliskan tujuan dan manfaat yang mereka peroleh dr belajar bahasa Arab. Seseorang yg memiliki banyak alasan untuk belajar, maka mereka tdk akan goyah, ketika lemah atau kehilangan satu alasan maka masih banyak alasan-alasan yg lain. Bahkan ada perkataan bahwa bisnis Para ulama iu niat, yaitu niat mereka banyak sehingga pahala mereka leboh banyak ( demi Allah, demi mengikuti sunnah nabinya, utk ortu, utk istri, utk mendidik anak nanti, utk ummat dll)
b. Dlm mengajar Biologi bab Sistem Peredaran darah jelaskan manfaat apa yg biisa langsung mereka rasakan dr ilmu mereka, demikian pula dg kimia bab hidrokarbon, fisika bab elektrodinamis, mickrobiologi, manajemen, sosiologi, akuntansi, sejarah, jelaskan secara rinci tujuan dan manfaat dr mempajari materi tersebut, agar mereka tdk hanya berpikir pelajaran hanyalah rutinitas, hafalan, dan berakhir dengan kejenuhan.
Bukankah rosulullah bersabda :

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
Bersemangatlah atas apa -apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan engkau lemah. (HR. Muslim)

2. Menumbuhkan minat belajar / willingnes to study
Yaitu seorang guru berusaha secara kreatif menciptakan suasana kelas, suasana pembelajaran yg menimbulkan minat siswa utk belajar.
Hal ini terutama diperlukan untuk menghadapi anak kecil yg ( biasanya ) blm mumayiz demikian pula utk org dewasa jika sdh dlm kejenuhan. Metode metode tersebut biasanya juga akan lebih meningkatkan pemahaman.
Contoh :
a.dlm bahasa menggunakan flash card, bertemu dg native speaker, menonton film (yg syar’i tentunya), story book, picture book dll.
b. Dlm sains dg praktikum labs dan lapangan
c. Bidang manajemen dg case study dll.
d. Matematika dg sandiwara dagang, soal cerita. dll

To be continued…