Diposkan pada Sosial Kemasyarakatan

Kemacetan? Ini Solusinya!

Kemacetan mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari bagi orang yang tinggal di Jabodetabek. Entah berapa jam waktu terbuang di jalanan, padahal kita sama2 tahu waktu adalah aset yang sangat berharga. Sehingga seorang pegawai yg bekerja 9 jam perhari (1jam istirahat) bs diluar rumah 11-13 jam bahkan lebih.

Masalah ini adalah masalah serius yg harus segera ditangani dan diselesaikan, betapa banyak kerugian yg diakibatkan oleh kemacetan, mulai nilai ekonomi yang diperkirakan 18triliun lebih yang habis, menurunnya produktifitas, ekonomi biaya tinggi, dan penghamburan bahan bakar minyak. Belum dari sisi lingkungan berupa , meningkatkan tingkat stress masyarakat baik orangtua maupun anakanak (pelajar), polusi udara, sampah (macet memicu org buang sampah sembarangan) dan berbagai dampak buruk lainnya.

https://i2.wp.com/www.conedm.nl/denald/wp-content/uploads/2015/09/macet-jakarta.jpgLalu bagaimana kita mengatasi masalah tersebut? telah berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah mulai dari pengaturan jam kerja dan sekolah, sistem 3 in 1, wacana ganjil genap, wacana jalan khusus mobil, penambahan jalan layang, underpass, tol dalam kota. namun belum ada yang dapat mengurai kemacetan yang ada kemacetan semakin bertambah lama waktunya, intensitasnya, dan tempatnya. karena solusi solusi yang ada saya lihat belum mengenai akar permasalahan mengapa kemacetan itu muncul.

  1. Kepadatan penduduk
  2. Jauhnya tempat kerja dg tempat tinggal
  3. Banyaknya kendaraan
  4. Pendeknya dan kurang lebarnya jalan.
  5. Kedisiplinan yang buruk

Lalu solusi apa yg bisa dilakukan dalam jangka pendek? Menengah dan panjang?
Solusi terpenting adalah mengurangi kepadatam penduduk, tp bukan dengan KB apalagi dengan menggusur, mengusir penduduk asli, karena merekalah rakyat kita yang paling tergantung pada pemerintahannya. Bukan pula dengan membentuk pulau baru, yang hanya akan menambah masalah baru jika tujuannya hanya mengatasi kemacetan. Atau memaksa rakyat menjual tanah mereka karena tidak mampu membayar PBB dengan  meningkatkan NJOP berkali lipat agar masyarakat yang tidak mampu membayar PBB menjualnya dan berakhir di tangan pengusaha properti atau lebih buruk dari itu warga negara asing.

Intinya kebijakan yang dibentuk harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terkena dampak langsung, yang mereka tidak memiliki alternatif lain selain bantuan dari pemerintah karena ketiadaan kemapuan.  kebijakan yang berprinsip pada kerakyatan dan keadilan. sehingga rakyat kecillah yang paling mendapat keuntungan kebijakan dan pembangunan.

Maka solusi dan tahapan ini yg akan saya usulkan:

1. Naikkan UMR Jabodetabek cukup tinggi misal hingga 5 juta untuk mengurangi daya tarik jabodetabek bagi lokasi industru untuk pengusaha, terutama pengusaha padat karya.

Ibarat Pepatah ada gula ada semut.Salah satu yg membuat jabodetabek padat adalah banyaknya lapangan kerja yang tersedia untuk semua lini. Baik industri maupun jasa mulai dari perbankan, otomotif, hingga produk padat karya seperti garmen.

Sangat berbeda dengan negara maju yg masing-masing kota biasanya memiliki ciri khas masing masing

  1. Detroit dengan otomotif
  2. Newyork dengan perdagangan
  3. Washington dengan jasa dan pemerintahan
  4. Silicon valley dengan industri teknologi tinggi.
  5. La dengan hiburan

Peningkatan UMR yg tinggi akan menjadi barrier bagi perusahaan, sehingga usaha padat karya dan usha usaha red ocean akan memposisikan diri dan pindah dari jabodetabek. Pindahnya perusahaan akan mengurangi lapangan kerja dan tentu pindah akan bersama denga karyawan karyawannya.

2. Setelah itu reposisikan jabodetabek untuk sektor jasa, kantor pusat perusahaan besar, pusat pemerintahan, pusat perdaganagn. manfaat adari cara ini :

  1. Lebih diterima dan populis karena beban menjadi di industri bukan rakyat secara langsung.
  2. pemerataan ekonomi tidak semua industri terpusat di Jabodetabek/jawa

Negatif : Bagaimana mencegah perusahaan lari keluar negeri? Maka ini diatasi dengan langkah berikut

  1. Siapkan kota/daerah pengganti dengan fasilitasnya.
    Yang paling utama tentukan di tiap daerah keunggulan/spesialisasi masing masing Siapkan infrastruktur langsung dari pemerintah pusat, dengan pendirian kawasan terpadu.
    Misal pada industri otomotif ditentukan di jepara. Maka semua komponen pendukung induatri biasanya akan ikut berpindah (lihat strategi ekonomi jepang), mulai dari produsen otomotif sampai dengan produsen komponen pendukung (suspensi, ban, mur, dan baut karbu/injeksi, velg dst)
  2. Siapkan jalur transportasi terutama:
    > Kapal laut (sudah ada yaitu tol laut)
    > Jalur kereta barang khusus
    Dan pemerintah harus punya komitmen dan benchmark, misal harus tahun pertama Rp/km/kg harus sama dengan thailand, kemudian malaysia, kemudian china, jangn sampai biaya pengiriman dari china ke Indonesia (tanjung priuk) 5jt tapi https://i1.wp.com/cdn-2.tstatic.net/batam/foto/bank/images/peta-tol-laut_20151103_191242.jpgdari sumatra ke tanjung priuk 7 jt seperti yg selama ini twejadi
  3. Insentif Pajak, pengurusan administrasi dan perijinan gratis bagi perusahaan yang mau direlokasi sesuai kebijakan. sebagaimana sering dilakukan di Amerika sana.

3. Tekan biaya PBB bisa dengan mengurangi NJOP atau besar prosentase pajak. dan didik anjurkan masayrakat untuk menyewakan lahannya kepada pengusaha properti (misal jangka 20 thn-35thn) sehingga pemilik lahan dipegang oleh warga asli/pribumi

Biasanya pengusaha properti akan menolak dg keras kebijakan ini.

Kemajuan dan ketertiban dapat dikembangkan, Jabodetabek makin manusiawi, tetapi rakyat tidak menjadi korban korporasi.

Karena yg saya lihat sekarang ini korporasi sudah menguasai kita, dan peran negara semakin mengecil, sehingga ekonomi indonesia jauh dari eknomi kerayatan yang dicita citakan dalam UUD dan lebih ke eknomi kapitalis/liberal.

Jadinya kunci ekonomi kerakyatan adalah :
1. Memindahkan pengusaha/ industrinya bukan menggusur rakyatnya
2. Meskipun rakyat tak lagi ada disitu namun trtap mereka yg memiliki.
3. Pemimpin dan pemerintahbitu bukan pengusah bukan pula pedagang, aplg makelar dan cukong

Inti saran kebijakan :
1) Naikkan UMR,
2) Tingkatkan biaya hidup (hapus premium dr jabodetabek), (ada dalam artikel saya sebelumnya)
3) Kecilkan biaya kepemilikan lahan perseorangan bagi warga negara dan kewarganegaraan asli Indonesia. agar lahan tetap milik rakyat.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s