Diposkan pada Sosial Kemasyarakatan

Mari Tinggalkan Software Bajakan dan Mulai Gunakan Free Software Ecosystem

https://i0.wp.com/static3.uk.businessinsider.com/image/561250a09dd7cc1b008bf46f-2016-848/windows-10-logo.jpgNote :
1. Artikel ini saya tulis untuk teman teman yang meyakini haramnya software bajakan atau yang masih ragu dengannya. karena ketika ketika yakin itu haram maka harus berusaha meninggalakannya, dan demikian pula ketika masih ragu /syubhat maka yang terbaik juga meninggalkannya. dan ini yang berusaha saya lakukan

2. Bagi yang berpandangan bahwa itu halal, maka saya menghormati pandangan kalian namun artikel ini tidak disusun untuk membahas hukum fiqh software bajakan.

https://i1.wp.com/cms2.monitorday.com/statis/dinamis/detail/4509.jpgSoftware Bajakan, entah itu OS (operating system) program (office, photo editing, dsb) adalah hal yang jamak di Indonesia. karena sebagian besar masyarakat melakukannya dan tidak merasa bersalah, baik karena sudah terbiasa, tidak tahu itu haram atau ilegal, atau ga punya uang, ga mau belajar lagi atau berbagai alasan lain.

Sebagian lagi yang merasa itu haram atau ragu masih melakukkanya karena keterpaksaan. sayangnya keterpaksaann ini kadang kadang tidak seperti terpaksa, meyakini haram, ga boleh, ilegal, tapi menggunakannya baik untuk yang penting dan urgent maupun yang ga penting, misal game bajakan, film, music, program program mahal, dan tidak ada upaya nyata untuk meninggalkannya, padahal keterpaksaan dan darurat menuntut untuk berusaha meninggalkannya sesegera mungkin, seperti makan bangkai dan air kencing? ketika sudah ada alternatif mengapa tidak menggunakannya.

 

https://i0.wp.com/a.files.bbci.co.uk/worldservice/live/assets/images/2010/08/26/100826085211_piracy_466x350_nocredit.jpgTeringat cerita teman saya ketika ke jepang, teman teman jepangnya heran akan banyak dan lengkapnya software yang ia miliki, sedangkan ia hanya terdiri dari sedikit saja, sisanya menggunakan program gratisan. Karena mereka menghargai HAKI dengan penghargan Itulah industri software berkembang. seharusnya seorang muslim yang paling depan dalam menjalankan syariat, paling depan dalam meninggalkan larnagan, paling depang dalam menunaikan hak orang lain, dan menjauhi mengambil hak orang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. “ (QS. Al Hasyr :7)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata” (QS. Al Ahzab:36)

Lihatlah para sahabat nabi ketika turun ayat pelarangan khamr, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Anas bin Malik ra berkata: Aku sedang memberi minum para tamu di rumah AbuThalhah, pada hari khamr diharamkan. Minuman mereka hanyalah arak yang terbuat dari buah kurma. Tiba-tiba terdengar seorang penyeru menyerukan sesuatu. Abu Thalhah berkata: Keluar dan lihatlah! Aku pun keluar.Ternyata seorang penyeru sedang mengumumkan: Ketahuilah bahwa khamr telah diharamkan. Arak mengalir di jalan-jalan Madinah. Abu Thalhah berkata kepadaku: Keluarlah dan tumpahkan arak itu! Lalu aku menumpahkannya (membuangnya). Orang-orang berkata: Si fulan terbunuh. Si fulan terbunuh. Padahal arak ada dalam perutnya. (Perawi hadis berkata: Aku tidak tahu (apakah itu juga termasuk hadis Anas). Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh karena makanan yang telah mereka makan dahulu, asal mereka bertakwa serta beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. (Shahih Muslim No.3662).

Demikian pula para shahabiyat ketika turun ayat jilbab, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat yang pertama, yaitu Surat An-Nuur ayat 31: “Bahwasannya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari)

Demikianlah sekelumit motivasi dan latar belakang saya menulis artikel ini. Saya pribadi sudah memulai menggunakan software legal entah itu free maupun berbayar dari semenjak awal menggunakan bisnis. dimulai dengan mencari komputer second yang ber os windows asli, membeli windowsnya, hingga akhirnya menggunakan OS Ubuntu dari tahun 2011 hingga sekarang. sedangkan untuk program program pendukung saya sudah gunakan yang gratisan dari semenjak awal berbisnis dan meninggalkan bangku kuliah tahun 2007. Hal ini telah saya terapkan di Perusahaan saya sendiri, dan Yayasan maupun sekolah yang saya pegang

Tulisan ini akan saya buat berseri mulai dengan OSnya, hingga program program pendukung, khusus untuk program pendukung akuntasi (GNU cash) akan saya buat seri tersendiri lengkap dengan akuntansi dasar, akuntansi berbasis syariah, dan penerapan akuntansi untuk bisnis, yayasan, dan sekolah berdasarkan pengalaman saya dibidang tersebut. so keep waiting !!!

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s