Diposkan pada Uncategorized

Jalan Menuju Sekolah yang Berkualitas Lagi Terjangkau #3

Jalan Menuju Sekolah yang Berkualitas Lagi Terjangkau #3

Siswa
Setelah Manajemen dan leadership kemudian Guru maka faktor yang berperan dalam pendidikan ketiga adalah siswa sebagai objek utama pendidikan itu sendiri.
Berkata Al Imam Asy Syafi’i dalam Diwan Asy Syafii:
أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ

“Wahai saudaraku… tidaklah engkau akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara, akan aku kabarkan padamu perinciannya dengan jelas (1) Dzaky / kecerdasan, (2) hirs/ semangat, (3) ijtihad/sungguh-sungguh, (4) Dirham/harta atau uang (5) Shohbatul Ustadzin / bersahabat/berusaha dekat dengan Guru (dan tentunya guru yang mengajar dengan sungguh-sungguh), (6) waktu yang lama.”

Point ke 1-3 adalah point yang harus ada pada Siswa dan setiap guru, orangtua harus menumbuhkan hal tersebut pada anaknya semenjak dini.
1. Kecerdasan / IQ
Tidak bisa dipungkiri IQ berperang penting dalam keberhasilan pendidikan. Kita bisa melihat di sekeliling kita bagaimana sekolah favorit sering juara ini dan itu, salah satunya karena mereka sekolah favorit maka untuk masuk sekolah tersebut ada seleksi, sehingga hanya orang-orang yang cerdas yang bisa masuk, dan makin tinggi prestasinya.

Dan tidak bisa kita pungkiri banyak kita jumpai anak-anak cerdas di sekolah-sekolah pedalaman yang berhasil, misal menjadi juara olimpiade Fisika, Matematika, Siswa teladan dan sebagainya. kedua hal tersebut menunjukkan peran siswa dalam keberhasilan pendidikan sangat penting.

Karena tingkat kecerdasan siswa sangat berperan dalam keberhasilan pendidikan maka kita perlu berusaha meningkatkan dan mempertahankan kecerdasan tersebut. Walaupun kecerdasan sebagian besar dipengaruhi oleh genetik, terdapat banyak cara untuk meningkatkan dan mempertahankannya.

Kecerdasan dapat ditingkatkan, misal kecerdasan yang dipengaruhi jumlah sel neuron dapat ditingkatkan dengan memberikan nutrisi yang baik, mulai dari dalam kandungan hingga usia 5 tahun. Demikian pula kecerdasan akibat hubungan antar neuron (ukuran dan produksi neuro transmitter) dapat ditingkatkan dengan rajin belajar, berlatih menghafal, dll.

Kemudian mempertahankan kecerdasan dengan tidak membiarkan siswa libur dalam waktu lama tanpa kegiatan, menghindari minuman keras, narkoba, pornografi, dll.

Namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Allah menciptakan manusia beraneka ragam, ada yang sangat cerdas dan jenius, ada yang mengalami keterbelakangan mental atau dibawah rata-rata. Maka pendidikan harus difokuskan pada bagian terbesar dari siswa atau rata-rata kecerdasan yang mencakup 80% populasi, dengan 10 % populasi di atasnya (siswa yang lebih cerdas) akan mudah mengikuti pendidikan dan mencari tambahan sendiri, sedangkan 10 % dibawahnya perlu penanganan khusus bekerjasama dengan orangtua dan negara. Dengan target pendidikan yang achievable dan objek pendidikan yang terfokus maka keberhasilan pendidikan dapat dicapai dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

Bersambung

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s