Diposkan pada Uncategorized

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #3 bagian kedua

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #3 bagian kedua

Setelah sebelumnya kita mengetahui kecerdasan sebagai bagian dr penentu keberhasilan siswa, maka bagian kedua penentu keberhasilan siswa dlm pendidikan adalah semangat.

Hirs / Semangat :
IQ bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan yang berasal dari internal siswa itu sendiri. Faktor lain yang sangat berperan adalah semangat,  betapa banyak orang yang cerdas namun yg ia raih tdk sepadan dengah tingkat kecerdasannya krn semangat yg kurang, demikian pula betapa banyak orang yang kurang cerdas, namun prestasinya mengalahkan yg lebih cerdas darinya karena semangat yang menggebu-gebu.

Oleh karena itu seorang guru harus berusaha menumbuhkan semangat dalam diri muridnya, menumbuhkan keinginan untuk belajar, dan meningkatkan ketertarikan untuk memperluas pengetahuan.

Ada beberapa cara yang dapat di tempuh untuk hal ini, diantaranya :
1. Memahamkan pada siswa manfaat mereka belajar, mulai dari yg umum, manfaat dr tiap mapel sampai detail dr tiap bab pelajaran.
Contoh :
a. Dalam mengajar bahasa Arab biasanya tugas pertama yg saya berikan adalah menuliskan tujuan dan manfaat yang mereka peroleh dr belajar bahasa Arab. Seseorang yg memiliki banyak alasan untuk belajar, maka mereka tdk akan goyah, ketika lemah atau kehilangan satu alasan maka masih banyak alasan-alasan yg lain. Bahkan ada perkataan bahwa bisnis Para ulama iu niat, yaitu niat mereka banyak sehingga pahala mereka leboh banyak ( demi Allah, demi mengikuti sunnah nabinya, utk ortu, utk istri, utk mendidik anak nanti, utk ummat dll)
b. Dlm mengajar Biologi bab Sistem Peredaran darah jelaskan manfaat apa yg biisa langsung mereka rasakan dr ilmu mereka, demikian pula dg kimia bab hidrokarbon, fisika bab elektrodinamis, mickrobiologi, manajemen, sosiologi, akuntansi, sejarah, jelaskan secara rinci tujuan dan manfaat dr mempajari materi tersebut, agar mereka tdk hanya berpikir pelajaran hanyalah rutinitas, hafalan, dan berakhir dengan kejenuhan.
Bukankah rosulullah bersabda :

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
Bersemangatlah atas apa -apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan engkau lemah. (HR. Muslim)

2. Menumbuhkan minat belajar / willingnes to study
Yaitu seorang guru berusaha secara kreatif menciptakan suasana kelas, suasana pembelajaran yg menimbulkan minat siswa utk belajar.
Hal ini terutama diperlukan untuk menghadapi anak kecil yg ( biasanya ) blm mumayiz demikian pula utk org dewasa jika sdh dlm kejenuhan. Metode metode tersebut biasanya juga akan lebih meningkatkan pemahaman.
Contoh :
a.dlm bahasa menggunakan flash card, bertemu dg native speaker, menonton film (yg syar’i tentunya), story book, picture book dll.
b. Dlm sains dg praktikum labs dan lapangan
c. Bidang manajemen dg case study dll.
d. Matematika dg sandiwara dagang, soal cerita. dll

To be continued…

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s