Diposkan pada Uncategorized

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #2 Guru

Jalan menuju sekolah yang berkualitas lagi terjangkau #2 Guru

Setelah Manajemen/leadership faktor kedua yang paling berpengaruh dalam pendidikan adalah Guru.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika menjelaskan makna bashirah dalam surat yusuf ayat 108 :

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ﴿١٠٨﴾

Artinya :
Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan  Bashirah (hujjah yang nyata), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.
Syaikh berkata :
Hendaknya seorang dai berilmu tentang ilmu syariat, tatacara berdakwah, dan keadaan mad’u (syarh tsalatsatul ushul hal 22)
maka kami menarik kesimpulan dari penjelasan syaikh ini, dalam mengajar ada 3 point penting yang harus dikuasai seorang guru

1. Ilmu yang akan di ajarkan, sebagaimana pepatah Arab :
فاقِِدُ الشيء لا يُعْطِيه
“Yang tidak memiliki , tidak bisa memberi .”
Bagaimana seseorang dapat mengajar jika ia sendiri tidak mememahami dan menguasai apa yang akan diajarkannya, atau belum kokoh ilmunya yang terjadi justru murid bertambah bingung, atau habis waktunya untuk ilmu yang sedikit. Karena dengan guru yang menguasai materi ia akan mengerti bagaimana cara yang memudahkan murid dalam belajar

2. Tata cara mengajar
Ilmu tentang materi saja tidak cukup, seorang guru juga harus menguasai ilmu dan tatacara mengajar. Karena metode pendidikan dalam kelas berbeda dengan mulazamah, mengajar 1 orang berbeda dengan mengajar 20 orang, atau ratusan dan ribuan orang, metode pendidikan untuk anak sekolah dasar tentu berbeda dengan, tk, sekolah menengah, atau  pendidikan tinggi, atau bahkan mengajar dengan kelas yang terdiri dari berbagai umur. Demikian pula berbeda mapel juga menuntut cara pengajaran yang berbeda, dll.

Disini akan terlihat, guru-guru yang tidak terdidik dan terarah dalam mengajar cenderung akan mengajar seenaknya yang berakibat kurangnya tingkat keberhasilan/penguasaan murid terhadap materi, walaupun guru tersebut sangat menguasai materi yang ia ajarkan.

3. Keadaan siswa
Setelah memami tentang tatacara mengajar, maka yang terakhir adalah memahami keadaan murid. mulai dari memahasi usianya, tingkat kecerdasannya, kondisi fisiknya (lemah letih lesu atau sehat), semangatnya, model belajarnya (apakah audiotory, visual, atau kinestetik), kondisi lingkungan belajar dll.
karena kondisi siwa menuntut metode pangajaran yang berbeda, dengan mengetahui keadaan siswa maka kita akan mengetahui metode apa yang bisa kita gunakan untuk mendidiknya, kesalahan metode karena kesalahan diagnosis keadan siswa dapat menyebabkan kurang efektifnya atau bahakan kegagalan dalam pendidikan.

Ibarat seorang dokter, Ia tidak cukup menguasai ilmu kedokteran, ia harus mengetahui cara pengobatannya dan benar dalam mendeteksi penyakit pasiennya, sehingga tidak salah dalam melakukan penanganan dan tidak terjadi mal praktek.  Demikian pula dalam pendidikan, kita perlu menguasai ilmu yang ingin kita ajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan keadaan murid kita untuk kemudian menentukan cara yang tepat dalam mendidik mereka.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s