Diposkan pada Agama dan Psikologi

Share And Like di Sosial Media

فضل العلم خير من فضل العبادة وخير دينكم الورع

“keutamaan menuntut ilmu itu lebih dari keutamaan banyak ibadah. dan sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’” (hr. ath thobroni)

berkata Ibnu Qoyyim al Jauziyah :
وقد جمع النبي الورع كله في كلمة واحدة فقال : من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه فهذا يعم الترك لما لا يعني : من الكلام والنظر والاستماع والبطش والمشي والفكر وسائر الحركات الظاهرة والباطنة فهذه الكلمة كافية شافية في الورع

“nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghimpun makna wara’ dalam satu kalimat yaitu dalam sabda beliau,
di antara tanda kebaikan islam seseorang yaitu meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” hadits ini dimaksudkan untuk meninggalkan hal yang tidak bermanfaat yaitu mencakup perkataan, pandangan, mendengar, bertindak anarkis, berjalan, berpikir, dan aktivitas lainnya baik lahir maupun batin. hadits tersebut sudah mencukupi untuk memahami arti wara’.” (madarijus salikin, 2: 21).

Saat ini sikap wara adalah sikap yg sulit dijumpai seorang muslim pada diri mereka sendiri dan pada muslim lainnya.

Jika kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal2 yg tdk bermanfaat baginya, maka sebaliknya (mahfum mukholafahnya) jika kita sebagai seorang muslim disibukkan dg hal yg tidak bermanfaat, maka itu adalah tanda kurangnya kebaikan pada diri kita. Jika disibukkan dg sesuatu yg mubah dan tidak bermanfaat menandakan kurangnya kebaikan maka bagaimana dg seorang muslim yg sibuk dg hal yg haram? bahkan bagaimana dengan seorang muslim yg disibukkan dg yg haram dan dilakukan secara terang2an?

عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

dari salim bin abdullah, dia berkata, aku mendengar abu hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ sebenarnya pada malam hari rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh allah tersebut.”

Takutlah pada Allah, dan minta tolonglah padanya, terutama di jaman ini ketika org dg mudah memamerkan apa yg ia perbuat di sosial media.

Takutlah pada Allah ketika engkau ingin men share atau me like sesuatu, jika itu perkara yg mubah namun hal itu akan menyibukkan teman2mu maka engkau telah menjauhkannya dr kebaikan seorang muslim.

Takutlah pada Allah ketika engkau ingin men share atau me like sesuatu, Jika itu perkara yg terdapat di dalamnya gambar2 yg tidak sesuai syariat, tidak menutup aurat, maka engkau mendapat dosa atas apa yg engkau lihat dan dosa temanmu yg melihat itu pula, demikian pula dengan temannya temanmu jika ia menshare berita itu.

Takutlah pada Allah ketika engkau ingin men share atau me like sesuatu, Jika berita itu menyebarkan perkataan yg menggunjing pemimpin kita, sedangkan engkau tdk memiliki haq atas mereka. Ingat kehormatan seorang muslim itu terjaga apalagi pemimpinnya, kecuali dengan haq Islam.

Demikian pula video, film, iklan, lelucon, youtube yg terdapat musik di dalamnya, siapkah kita menanggung dosa kita dan dosa2 yg mengikuti kita?

مَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَىْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِيْ الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

“Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun”. (HR. Muslim no 1016)

Oleh karena itu, Jika kita belum bisa meninggalkan dosa maka tutupilah semampu kita, cukup utk diri kita sendiri, dan jangan bermudah mudahan dalam like n share.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”

Ibnu hajar rahimahullahu dalam kitabnya Fathul Bari mengatakan bahwa barang siapa yang berkeinginan untuk menampakkan kemaksiatan dan menceritakan perbuatan maksiat tersebut, maka dia telah menyebabkan Rabb-nya marah kepadanya sehingga Dia tidak menutupi aibnya tersebut. Dan barang siapa yang berkeinginan untuk menutupi perbuatan maksiatnya tersebut karena malu terhadap Rabb-nya dan manusia, maka Allah Tabaraka wa Ta’ala akan memberikan penutup yang akan menutupi aibnya itu

Oleh karena itu ya akhi, tutupi aib aib kita, tutup masa masa futur kita, biarkan hanya Allah dan kita yg tahu, semoga Allah mengampuni kita atas apa apa yang orang lain tdk memiliki pengetahuan tentangnya.

Sumber :
Almanhaj.or.id
Muslim.or.id
Firanda.com
Dan berbagai nasihat dan pelajaran dari Ustadz2 yg lain. Yg penulis tdk bisa sebutkan satu persatu.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s