Diposkan pada Kesehatan

Hipotesis Manfaat Berbekam dan Mengapa Berbekam Bisa Menyembuhkan Penyakit

Alat-Bekam-Sammora-19-cups-isi-dalam alat bekam

Disebutkan dalam suatu hadits yang shohih :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim).

Pada awalnya ana sendiri hanya mengimani bekam sebagai sesuatu yang ana yakini kebenarannya tanpa melihat penjelasan di belakangnya, akan tetapi di tingkat akhir kuliah orang tua ana harus tiba-tiba datang ke Bogor untuk mengurus adik ana yang terkena Demam berdarah di rumah sakit.

Kejadian Itu bermula dari pemberitahuan yang mendadak tentang sakit adek ana, waktu sudah menunjukkan pukul 1-2 siang, dan ayah ana yang sudah cukup berumur baru saja menebang pohon mangga kesayangan agar halaman depan rumah menjadi lebih luas untuk tempat bermain bagi cucu-cucunya (sekarang sudah 22 cucu). Saat itu juga kedua orangtua langsung berkemas dan berangkat naik angkutan kota ke terminal (walaupun jalan provinsi kalau sudah lewat jam 4 angkot sudah jarang yang lewat). menunggu di terminal, perjalanan ke bogor dan dari terminal baranangsiang hingga sampai di kampus IPB dramaga bogor sekitar jam 7 pagi, kurang lebih 15 Jam perjalanan.

Sesampainya di kosan Bapak sudah susah berjalan karena kaki yang bengkak dan membiru, sehingga hanya Ibu yang menemani adik di rumah sakit di temani ikhwan Al Furqon dan At Tauhid jazakummulahu khoiran ya akhi fillah, (ana sendiri terkena miositis dan sisa tipes tergeletak di kamar).Melihat kesedihan Bapak ana karena tidak bisa menemani anaknya di rumah sakit, maka ana menyarankan untuk dibekam, semoga dengan jin Allah sembuh. pada awalnya Orang tua ana aga segan, namun akhirnya mau, nah ketika dibekam ana melihat fenomena yang aneh, yaitu ketika untuk mempercepat kesembuhan Bapak dibekam dua kali tepat di dekat lokasi bengkak. maka selain kopnya basah darah yang dihasilkan seperti mendidih. How, Why… ana pikir waktu itu. tapi yang jelas nyeri berkurang dan bengkak langsung hilang.

Kejadian kedua terjadi beberapa tahun sebelumnya (2004) bekam masih hal yang baru waktu itu, ketika ana sedang pesantren kilat di cilacap, ada seorang kawan yang menderita jerawat yang luar biasa, dibekam mukanya dan keesokan harinya kempes itu jerawat. namun seminggu kemudian nongol lagi.

Oke, sekarang hipotesisnya

sebagaimana kita ketahui sejak smp (ana lupa sudah diajarkan belum di SD) darah dibagi menjadi dua macam darah bersih dan darah kotor.

darah bersih adalah : darah yang banyak mengandung oksigen

darah kotor : darah yang mengandung banyak CO2 dan sisa metabolisme

prinsip dari bekam adalah mengangkat darah kotor dari pembuluh vena kapiler yang terdapat di permukan kulit.

mengapa bekam itu diperlukan ?

6CO2 + 6H2O >>> C6H12O6 + O2 : katabolisme glukosa adalah kebalikan dari reaksi disamping (reaksi apa itu?)

Jika ada yang masih ingat biologi SMU atau Biokimia, secara sederhana dalam metabolisme tubuh terdapat dua jenis metablisme yaitu aerob dan anerob. dalam metabolisme aerob oksigen yang dibutuhkan terdapat dalam jumlah yang berlimpah dan tenaga yang diperlukan sedikit, sehingga reaksi pembakaran glukosa oleh otot dapat dijalankan secara sempurna, sedangkan pada mekanisme anaerob kebutuhan oksigen untuk pembakaran tidak tercukupi sedangkan kebutuhan energi besar (seperti saat olahraga berat, kerja berat dll) untuk mencukupi kebutuhan itu terpaksa tubuh melakukan pembakaran tanpa oksigen walaupun proses ini kurang efisien namun dapat dilaksanakn dengan cepat. pembakaran anaerob menghasilkan residu berupa asam laktat yang dapat menyebabkan rasa pegal nyeri dan linu pada otot.

Hipotesis satu : asam laktat dalam darah menyebabkan pegal nyeri dan linu, asam laktat ini akan diuraikan kembali menjadi zat yang tidak berbahaya melalu hati. dan siklusnya lama (darah berjalan secara lambat) dan panjang tergantung seberapa jauh posisiya dalam siklus darah ke hati. so… kenapa tidak kita keluarkan saja secara langsung? hal ini akan memperingan kerja hati dan memercepat kesembuhan.

yang kedua ana pernah baca dalam tibbun nabawi obat jerawat adalah parfum persia atau yang semacamnya, dan sebelum itu dipencet (dikeluarkan). banyak yang melarang jerawat untuk dipencet, karena dapat merusak kulit, namun karena Rosullulllah menganjurkannya tentu itu yang terbaik, tapi harus diperhatikan sanitasi dan higenitasnya, dengan berbekam darah kotor yang terkontaminsai kuman dapt langsung dikeluarkan, sehingga membantu kerja sel darah putih. ingat hasil pertempuran antara sel darah putih dan kuman (nanah) jika tidak dikeluarkan juga perlu beredar dalam darah ke seluruh tubuh, atau ditampung di tonsil, dengan langsung mengeluarkan kotoran tersebut maka akan sangat membantu tubuh.

yang ketiga adalah hormon yang berlebih, pemuda apalagi pemuda muslim yang ghirah agamanya tinggi, belum menikah, sedang mengalami pubertas namun tinggal di daerah dimana banyak makhluk halus biasanya akan mengalami gangguan atau ketidakstabilan sistem hormonal. dan sekali lagi hormon ini diedarkan ke seluruh tubuh dengan sitem transportasi satu-satunya (darah). kelebihan hormon ini dapat menyebabkan produksi minyak/lemak berlebih reaksi alergi dan hasilnya dalah jerawat. selain berpuasa, cara yang efektif adalah mengeluarkan kelebihan hormon tersebut dengan berbekam.

kembali ke cerita diatas : ana mengambil hipotesis bahwa yang menyebabkakn darah Bapak ana mendidih adalah reaksi antara Asam laktat, oksigen, dan darah/karbohidrat/protein, menghasilkan Co2 dan air) atau darah yang menggumpal seperti jelly juga disebabkan reaksi antara asam laktat tersebut namun dengan kadar yang leih sedikit (koagulasi protein) hanya saja perlu di teliti lebih lajut mana koagulasi karena asam laktat dan prosentasinya, dengan pembekuan darah oleh fibrin, walaupun menurut ana kecil dari fibrin ini karena mekanisme pembekuan darah tidaklah seperti itu.

Oke ana kira cukup, ana tidak ingin membahas terlalu dalam karena keterbatasan waktu, dan ana tidak ingin menjadikan tulisan ini menjadi karya ilmiah yang berat dibaca.

sumber : sementara dari ingatan ana dulu.

kalau ada pertanyaan bisa dicantumkan di kolom komentar.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s