Diposkan pada Ekonomi, Sosial Kemasyarakatan

Andai Aku Jadi Presiden : Pertamax akan Saya Subsidi

Seri Andai Aku Jadi Presiden dan seri andai-andai yang lain adalah seri masukan dan pandangan saya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat dan bagaimana penyelesaiannya dalam sudut pandang pribadi. semoga masukan ini dapat memberi manfaat kepada yang membacanya terutama para pemangku kebijakan.

Kata “Anda” saya gunakan karena menurut saya akan lebih mengena, menghindari perdebatan karena fanatisme, dan menghindari kritikan secara langsung kepada individu-individu tertentu. Andai disini bukan berarti saya ingin menjadi apa yang saya andaikan, tetapi apa yang akan saya lakukan jika saya berada dalam posisi tersebut. Andai disini berbeda pula dengan andai-andai yang dilarang Islam,yaitu perandaian tatkala terkena musibah.

وإن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت لكان كذا وكذا، ولكن قل : قدر الله وما شاء فعل، فإن 

seandainya kamu terkena musibah maka jangan lah berkata : seandainya aku berbuat begini dan begitu (maka tidak akan terjadi seperti ini) akan tetapi katakan : Qodarrallahu wa masya’a fa’ala (itu telah ditentukan Allah dan Ia berbuat menurut apa yang ia kehendaki. (HR. Muslim)

sekarang kembali ke tema yang akan kita bahas…

Aksi-Demo-BBM-akibatkan-korban-wartawan-terluka-oleh-tembakan-polisi-@anjasskyblogspot Demo-BBM-2012-10 demo_gambir 1931404--aksi-demo-tolak-kenaikan-harga-bbm-di-warnai-inseden-pemukulan-penggunajalan-620X310

Haruskah Hal Ini terus Berulang?

sudah menjadi rutinitas di negara kita ketika ada kenaikan BBM akan ribut disana-sini, demo, populis, pencitraan, tarik ulur kebijakan dll. menghabiskan waktu dan tenaga. oleh karena itu saya menyarankan 4 Hal berikut :

  1. Harga BBM yang Fleksibel
  2. Subsidi Pertamak
  3. Tingkatkan kualitas pertamak Plus
  4. Hapus premium di kota-kota besar

A. Harga BBM yang Fleksibel

Saya akan menerapkan harga BBM yang fleksible (seperti harga pertamak saat ini) update setiap 15 hari atau satu minggu. yang sama adalah nilai Subsidi. Pertama kita tetapkan nilai subsidi misal sebesar Rp.3500.- untuk premium maka ketika harga premium dunia sebesar Rp.10.000.- harga premium di Indonesia adalah Rp.6500 ketika naik menjadi Rp.11.000, maka menjadi 7500 sebaliknya ketika turun menjadi 9.000 atau 8.000 maka harga premium menjadi 5500 atau 4500

Penetapan harga ini memberikan beberapa keuntungan :

  1. mengurangi rapat, lobi antara pemerintah dan DPR
  2. lebih mudah menetapkan APBN, fluktuasi nilai dolar dan BBM tidak akan banyak berpengaruh terhadap APBN sehingga tidak perlu rapat paripurna hanya untuk mebuat APBN-P.
  3. Mengurangi Demo yang akan
  4. mengurangi kemacetan
  5. mengurangi tuduhan pencitraan kebijakan populis (bbm ga naik karena akan pemilu)
  6. mahasiswa bisa fokus kuliah
  7. mengurangi korban jiwa dan harta (demo BBM biasaya ricuh).

Ingat Beras adalah kebutuhan pokok tapi ga pernah ada yang demo fluktuasi harga beras.

B. Subsidi Pertamak

pertamak akan saya Subsidi namun dengan besar Subsidi yang lebih kecil dari Premium (contoh diatas premium di subsidi sebesar 3500 maka pertamak sebesar 2000-2500)

mengapa :

Pemerintah lebih hemat ketika orang beralih dari membeli premium menjadi pertamak justru pemerintah berhemat 1000-1500/liter (3500-2500).

selisih harga antara pertamak dan premium yang rendah akan menyebabkan banyak masyarakat (terutama kalangan menengah kesamping) yang akan beralih ke pertamak

kita lihat berdasarkan data jakarta tahun 2010 dan 2011 penyerapan BBM non Subsidi di jakarta hanyalah 2-5% dari BBM subsidi ketika harga pertamak turun 1000 terdapat lonjakan permintaan pertamak hingga 30% demikian juga ketika pertamak naik terjadi penurunan permintaan pertamak. sehingga permintaan pertamak akan meningkat dengan adanya subsidi

tahukah anda Indonesia adalah satu dari dua negara di dunia yang masih menjual premium? karena konsumen yang sedikit ini BBM dengan RON 88 sudah tidak ada lagi yang menjual sehingga pemerintah membeli BBM pertamak dan untuk menurunkannya menjadi premium butuh biaya lagi, sehingga dijual apa adanya (pertamak).

kalaupun pemerintah dapat membeli premium, perbedaan harga antara premium dengan pertamak tidak terlalu signifikan di mata masyarakat (kalau tidak percaya liat perbedaan haraga pertamak plus dengan pertamak) misal perbedaan harga antara pertamak dan preimum sebelum subsidi adalah Rp.350 sedangkan perbedaan harga pertamak sesudah subsidi Rp.3500, hal ini menyebabkan bayak orang beralih ke premium.

meningkatnya kalangan menengah yang peduli terhadap kualitas, sehingga jika selisih antara pertamak dan premium neglibe (ditambah lagi pertamak lebih irit< bertenaga dan awet)

penggunaan pertamak akan menurunkan konsumsi BBM karena pertamak lebih irit.

masyarakat indonesia adalah masyarakat yang boros dan malas, ke warung dekat rumah aja naik motor.

SPBU akan lebih tertarik menjual pertamak (saya pernah berbincang dengan seorang penjaga SPBU kenapa pertamak disini selalu kosong, dia jawab bosnya ga mau beli lagi, 3 bulan baru habis padahal cuma satu tangki (bandingkan dengan premium yang seminggu habis padahal 3 tangki penampungan berapa perbandingan kosumsinya? 1 : 36)

bayangkan anda tinggal di papua atau kalimantan dimana harga premium 6500 tetapi harga pertamak 13-15rb (tanpa subsidi transportasi) karena saya baru tahu ketika mudik di kampung halaman saya harganya berbeda 500 dengan di jabodetabek.

C. Peningkatan Kuliatas Pertamak Plus

Ron 98 atau minimal setara Shell super – duper (maaf saya ga tau blm pernah beli, kalau mampir sudah), sehingga untuk kalangan atas membeli pertamak plus sebagai satu-satunya BBM yang tidak disubsidi akan merasa mendapat insentif lebih di kualitas. sehingga orang-orang yang tak berhak disubsidi tetap membeli BBM non subsidi

D. Penghapusan Premium di Kota-Kota besar

Mengapa?

Kota-kota besar di Indonesia memiliki sistem transportasi yang jauh lebih bagus dan lengkap dibanding kota kecil di daerah rural/pedesaan. hal ini dapat menajdi bagian dari pemerataan diamana kota besar seperti jabodetabek mendapat subsidi commuter berupa KRL, busway, dll, di pedesaan mendapat premium.

Konsumsi BBM terbesar ada di kota, yang disebabkan kepadatan penduduk dan kendaraan yang tinggi, mobilitas yang jauh lebih tinggi, dan tentunya kemacetan,

efek ekonomi pertamak akan menurunkan kemacetan

harga yang rapat antara premium dan pertamak akan menekan penjualan preimum gelap di kota besar. (pengecer mengambil untung 1000 harga premium  menjadi 7500 sedangkan harga pertamak di spbu 7500-8000rb tentu mereka lebih memilih membeli pertamak).

saya kira cukup itu dulu. karena sudah terlalu panjang, efek ekonomi yang saya maksud diatas akan saya bahas di kemudian hari.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Satu tanggapan untuk “Andai Aku Jadi Presiden : Pertamax akan Saya Subsidi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s