Diposkan pada Uncategorized

LSI Demokrat dan Statistik

demokrat dan presiden kita

Ada yang menggelitik pemikiran saya setelah membaca berita di detik, tentang terpuruknya suara partai Demokrat.

http://news.detik.com/read/2013/11/24/141022/2421910/10/survei-lsi-suara-partai-demokrat-di-bawah-10-from-hero-to-zero?nd771104bcj

dalam survei itu disimpulkan seperti ini :

“Dulu Demokrat memimpin partai-partai politik, sekarang kembali menjadi parpol papan tengah elektabilitas di bawah 10%, dan berpeluang hanya menjadi penonton di pemilu 2014,” jelas peneliti LSI Rully Akbar, di kantor LSI, Jl Pemuda no 70, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).

terus terang saya tidak pernah ikut pemilu, namun penggunaan statistik ini akhir-akhir ini menarik perhatian saya. Sekarang mari kita lihat quote yang lain :

statistik demokratPengumpulan data menggunakan teknik wawancara tatap muka dentan berpedoman pada kuisioner. Tema survei yaitu ‘Terancamnya Konvensi Demokrat, dari Hero to Zero kah Nasib Demokrat?’.

so bagi pembaca yang jeli, ada masalah di teknik pengumulan data :

  1. wawancara : kita tidak tahu bagaimana pewawancara melakukan wawancara, dimungkinkan terjadi penggiringan opini, untuk mendekati pemilu tentunya tidak perlu ada wawancara cukup bagi survei pilih partai apa.
  2. isi dan urutan kuisioner, apakah pertanyaan mengenai pemilihan di depan atau di belakang pertanyaan konvensi dan hero>zero
  3. tema yang bias, tema dari survey sendiri Bias, sebagai contoh survei tentang pemilu saja, akan menghasilkan nilai yang berbeda dengan survei dengan tema Belum selesainya Ganti Rugi Lumpur Lapindo, dan Nasib Golkar di Pemilu 2014, atau sekalian ditambah Hutang bakrie Grup dan suksenya pencapresan Ical.

Wah berarti survei itu pesanan partai politik lawan dong?

Bisa jadi ya bisa jadi tidak : mari kita lihat dampaknya :

negatif : image demokrat turun :

positif : demokrat ada pemberitaan di media mainstream

tinggal lihat mana yang lebih besar positif atau negatifnya ingat
“any press (bad press) is good press”

pressDemokrat bisa melakukan survei lain di waktu yang akan datang misal januari ternyata sdh 12%, maret 15% dan mendekati pemilu 25%. bad press tadi menjadi good press (kembalinya kepercayaan masayarakat bla bla bla).

kesimpulan :

statistik bermanfaat dalam penelitian ilmiah, internal perusahaan swasta, tapi kalau diluar itu harus jeli membacanya, dan kejelian ini terkadang ga sebanding dengan waktu yang kita habiskan. baca saja berita-berita ini dengan full truck of salt. atau ga usah dibaca, ga ada manfaatnya.

ada istilah Jangan lihat siapa yang mebawa berita tapi lihat isi beritanya :

pepatah ini harus dipahami konteksnya kalau Jangan lihat siapa yang mebawa kebenaran betul, baik dia miskin anak kecil kita tidak boleh meninggalkan kebenran, namun dalam konteks berita Islam sudah memberikan panutan :

Al Quran surat 49. Al Hujuraat ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

dan dari situlah muncul ilmu Jarh wa Ta’dil, Celaan dan Pujian

dan bagi pembaca berita (dan peliputnya) ada baiknya mengingat ayat berikut :

وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرُُ مِّنَ اْلأَمْنِ أَوْ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya.

(QS. an-Nisa’: 83)

Note : saya tidak ngomongin politik, saya hanya membahas statistik dalam kehidupan sehari-hari jadi saya harap diskusi tidak merembet ke politik.

Iklan

Penulis:

Seorang Hamba Allah yang berusaha mengamalkan ajaran Rosulnya Hidup itu perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s